Selasa, 18 Oktober 2016

operasi kecil di 3,5 tahun hammam

Kejadian ini berawal ketika kami berkunjung ke rumah nenek hammam dan hanin di Kecamatan Jarai, Kab Lahat, Sumsel. Hari sabtu, 15 Oktober 2016 sekitar pukul 10.00 WIB tiba-tiba saya mendengar teriakan hammam dari teras depan. Sontak saya pun langsung beranjak dari kamar menuju ke teras depan.
Disana, hammam sudah menangis dan berlumuran darah di dagu dan tangannya. Apa yang terjadi? ..langsung saya gendong hammam yang sedang menangis. Tak peduli darah merah segar menodai jilbab krem yang saya pakai.
Tampak dagu hammam mengeluarkan darah dan agak sobek sedikit. Sekitar 4 cm dg kedalaman 0.5cm. Kami pun menuju ke dalam rumah dan memanggil abu hammam untuk mengantarkan kami ke puskesmas terdekat.

Kami bawa hammam ke puskesmas Jarai. Alhamdulillah, petugas yang berjaga bertindak cepat dengan menjahit luka hammam. Walaupun saya dan abinya harus sekuat tenaga memegangi hammam yang selalu bergerak. Nak, ummi dan abimu belum pernah merasakan jahitan di umur sekecilmu.

Usut punya usut, penyebab luka hammam adalah terjatuhnya hammam dari pagar dan dagunya menghantam lantai. Yang belum bisa saya cerna adalah bagaimana bisa dagu terhantam lantai langsung bisa menyebabkan luka sobek seperti disayat pisau??.tapi, apapun itu..yang penting hammam sudah tertangani.

Hikmah yang diambil dari kejadian ini adalah jangan pernah meninggalkan anak-anak tanpa pengawasan. Tak peduli orang lain berkomentar apa, yang paling mengenal anak kita adalah orangtuanya sendiri.

Sabar ya sayang,,

Minggu, 13 Desember 2015

A Simple Things..



Hari ini sekedar ingin bercerita pengalaman tadi pagi.

Pukul 06.10 saya dan suami berangkat dari rumah menuju stasiun pondok ranji. Ya, seperti biasa kami naik KRL dari sudimara-tanah abang. Pagi ini, penumpang di dalam KRL lumayan padat. Tepat dibelakang saya ada seorang laki-laki yang tidak tahu saya rupa dan namanya, dan di samping saya pun demikian. Seorang laki-laki tinggi besar.

Yak, suami saya berada di samping belakang dengan penghubung tangan kami yang saling berpegangan. Melihat saya dihimpit oleh laki-laki yang bukan mahram saya, dan sampai bersinggungan kulit.. beliau langsung mengulurkan tangannya untuk menjembatani antara tangan saya dan lengan laki-laki itu.

Oh, zauji. A simple thing that makes me happy today.

Saya bahagia bukan karena beliau menunjukkan cinta dan sayangnya yang begitu besar untuk saya. Bukan karena itu.
Tapi lebih kepada saya bangga kepadanya yang menjaga istrinya dalam rangka ketaatannya pada Robbnya. Bagaimana tidak? Seperti sebuah hadits:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik pada keluarganya.”
"Lebih baik bagi salah satu dari kalian memegang bara api yang panas daripada menyentuh wanita yang bukan mahram. "
Gak perlu kata-kata manis layaknya abg-abg labil pacaran seperti saat ini,
Tak perlu seikat bunga untuk menunjukkan keromantisannya yang hanya bersifat duniawi.
Romance can be built with a simple thing around us.



Rabu, 09 Desember 2015

Jalani, Syukuri!!

Assalamu'alaykum untuk saudari2 seiman.

selamat pagi untuk para pembaca.

Kembali berkutat dengan dunia kerja mengingatkan kembali perjuangan menapaki dunia kerja beberapa tahun yang lalu.
disiplin dengan waktu kerja yang mengharuskan berangkat pagi, pulang malam. berdesakan mencari ruang-ruang kosong dalam KRL..hm, capek! itu kata pertama yg saya ucapkan.
Diri ini sudah terlalu nyaman di dunia kampus yang banyak waktu bermainnya daripada belajarnya. santai.

tapi kembali lagi pada tanggung jawab dan amanah. Allah memberi amanah yang pasti dapat kita lakukan. Saya yakin itu. one hundred percent!!
keputusan ada di tangan kita, take it or leave it. Dan saya memilih untuk mengambil amanah itu. dengan konsekuensi meninggalkan anak di rumah dengan pengasuh, dan berdesakan dengan para pejuang nafkah ke ibukota. Syukuri saja.

Perbedaan mendasar yang saya rasakan ketika kembali ke gedung-gedung menjulan ini adalah semangat mendekat pada Allah yang semakin menyala. Bagaimana tidak? dengan ritme kerja yang penuh perjuangan ditambah kondisi menitipkan anak2 dengan pengasuh mau tidak mau mengharuska kita untuk berpasrah sepenuhnya pada Allah. Ya, Allah. kepada siapa lagi kita harus bersandar??
mendengar lantunan ayat-ayat suci AlQur'an seringkali membuat mata saya sembab. Entah mengapa. Semoga ini menjadi tanda Allah menarik saya terus untuk mendekat kepada Nya.


Jumat, 29 Mei 2015

Betapa Sayangnya Rosulullah Pada Anak-Anak


Sebagian besar dari kita yang sudah berkeluarga dan memiliki anak pasti pernah merasakan bagaimana repotnya mengurus anak. Diperlukan kesabaran yang luar biasa dalam mendidik calon-calon penerus kita kelak. Bukan hanya sabar tingkat manusia, tapi tingkat dewa (lebay). Tak jarang kita sebagai orang tua tersulut es moni (emosi maksudnya) ketika anak-anak kita maupun anak orang lain bertingkah tidak sesuai SOP yang kita pedomani.
Ternyata, panutan yang kita teladani tidak berlaku demikian. Banyak riwayat yang menceritakan betapa Rosulullah menyayangi anak2. Pernah suatu ketika rasulullah pulang dari pasar bani qainuqa’ dan duduk di masjid dengan kedua tangan merangkul lutut. Beliau bertanya,”mana si kecil yg lucu itu?panggilkan dia agar datang kepadaku.” Kemudian al hasan pun datang dengan berlari, lalu langsung melompat ke pangkuannya. Rosulullah mencium mulutnya, kemudian berdoa:
“Ya Allah, aku sungguh mencintainya. Maka cintailah dia dan cintailah orang yang mencintainya (tiga kali)”.
Abu Hurairah berkata, “stiap kali melihat al hasan aku menangis.”[1]
Lalu, pernahkan kita dikencingi anak? Atau rumah kita pernah dikunjungi kerabat yang membawa anak kecil lalu ngompol di rumah kita? Atau juga kita pernah membawa anak kita ke toko atau swalayan dimana ramainya orang berkumpul untuk berbelanja, lalu anak kita tiba-tiba kencing begitu saja di toko tersebut? Bayangkan, betapa malunya kita ketika hal itu terjadi pada kita. Mungkin ada sebagian kecil yang akan langsung memarahi anaknya atau malah memukulnya. Menurut pendapat saya, orang-orang yang cepat marah menghadapi anak kecil itu artinya tingkat pendewasaan dirinya hanya sebatas pada usia saja. Tidak mencakup pada kematangan berpikir selayaknya orang dewasa. Salah satu akhlak mulia rosulullah yang patut kita contoh adalah betapa beliau memaklumi anak-anak jika mereka mengompol (tentu dengan batasan usia tertentu). Bahkan, seorang bayi pernah mengencingi beliau tepat di bajunya ketika dipangku namun beliau tidak segera memberikan bayi tersebut kepada orang tuanya untuk menjaga perasaan. Hal ini diceritakan dalam beberapa riwayat antara lain:
·         Ummu qais binti mihshan berkata, “ AKu pernah menemui Rasulullah dengan membawa bayiku yang masih belum makan makanan apapun. Tiba-tiba, ia kencing di pangkuan beliau. Beliau pun meminta air dan langsung menyipratkannya ke bagian yang terkena kencing.”[2]
·         Ummu kurz Al Khuza’iyah berkata, “Seorang bayi laki-laki pernah didatangkan kepada Nabi SAW, lalu bayi itu kencing di atas pangkuan beliau. Maka Nabi memninta air dan menyipratkannya ke bekas kencing bayi tasi. Pernah juga, seorang bayi perempuan yang ngompol saat berada di pangkuan beliau , lalu nabi memerintahkan agar pakaian yang terkena kencing itu dicuci.[3]
Berkaca pada sikap rosulullah di atas, sudah seyogyanya kita memaklumi anak-anak yang masih belum bisa kencing di kamar mandi. Dan bersabar dalam mendidik anak-anak kita. Bukankah mendidik anak itu membutuhkan proses? And it’s long time process.
Lalu, dalam riwayat lain diceritakan bahwa nabi SAW pernah menghentikan khotbah jumat dan meninggalkan mimbar untuk menyambut anak kecil yang berjalan tertatih-tatih ke arahnya. Keagungan dan kesucian ibadah sholat jumat tidak menghentikan beliau untuk memperhatikan anak-anak, tentunya dalam batas-batas tertentu yang tidak mengganggu atau merusak ibadah itu sendiri.
Kalo kita melihat tayangan kehidupan yang “live” terjadi di depan kita, sangat jauh masyarakat kita dengan akhlak rosulullah terhadap anak-anak. Abu Hurairah berkata, “rosulullah bersabda, “siapa saja yang tidak mengasihi anak-anak dan tidak mengetahui hak orang-orang tua dari kalangan kami maka ia bukan dari golongan kami.”
Terus, timbul pernyataan,”anak-anak gak ngerti sih kalo dibilangin. Dibilangin jangan A, malah dilakuin A.”
Bukankah itu memang tabiat anak2? Kalo mereka menjadi sangat penurut tanpa pernah memberontak atau menolak perintah kita bukankah hal itu yang petut kita khawatirkan. Barangsiapa diberi ujian dengan anak2, lalu mereka  tetap memperlakukan dengan baik, kelak mereka akan menjadi penghalang baginya dari neraka.[4]
Smoga kita termasuk orang-orang yang bisa meneladani sikap rosulullah. Dan termasuk orang-orang yang dapat melaksanakan amanah Allah dalam mendidik anak.
“Memelihara anak secara fisik, mungkin hal yang mudah. Namun, memelihara anak secara ruhiyah, membutuhkan ilmu dan kesabaran para orang tua.”
*) disarikan dari buku Islamic parenting karya syeikh jamal Abdurrahman, penerbit aqwam.









[1] HR.Bukhari-Muslim, Ahmad
[2] Mutaffaq ‘ALaih
[3] HR.Ahmad
[4] HR Bukhori dalam kitabuz zakat

Rabu, 01 Januari 2014

Behind The Scene "USM D4 STAN 2013"

Assalamu’alaykum

Ceritanya nih abis baca blog seorang sahabat..jadi tertarik untuk menuliskan pengalaman mengikuti USM D4 STAN tahun 2013 yang baru diselenggarakan tanggal 6 s.d. 7 November 2013.

Pada awalnya saya dan suami bingung mau menggunakan transport apa ke Kupang karena domisili kami di kota Larantuka (Flores Timur), yang berbeda pulau dengan Pulau Timor. Awalnya mau naik kapal Fery saja, karena kami berencana membawa si kecil Hammam dan mbah yang jaga Hammam, jadi lumayan nguras ongkos. *itung-itung ngirit..

Karena belum pengalaman naik Fery, kami agak ragu. Apalagi kapal Fery Larantuka-Kupang tidak setiap hari berangkat dan selalu full penumpang. Memang harganya jauh dibawah tiket pesawat, tapi sesuai dengan fasilitasnya juga. Bukannya sok ekslusif, tapi kami memikirkan si kecil jika naik kapal Fery, harus menyeberangi lautan selama 12 jam.

Setelah mempertimbangkan segala sesuatunya, akhirnya saya dan suami memutuskan untuk naik pesawat saja. Walaupun ongkosnya bisa dibuat ongkos pulang ke Jawa, tapi nggak papa, demi anak. Penampakan pesawatnya seperti ini:


Tanggal 5 November 2013
Kami berangkat jam 07.00 pagi dari rumah. Saya,suami, hammam, mbah, dan teman seangkatan yang juga mencoba mengundi nasib di USM D4 di Kupang, Bayu dan istrinya, Pelangi. *Ini mau ujian apa mau liburan yak? ..

Jam 08.30 akhirnya sampai Kupang. Saya bersama keluarga dijemput kakak kelas di Kupang (thanks a lot buat mbak ismi dan keluarga, love u so much) dan diantar ke hotel (hotel cendana). Walaupun agak jauh dari tempat ujian, tapi puas dengan tempatnya. Memang kalo udah ada anak, apa2 pengennya menyamankan dia.

Jam 12.00 Perut mulai lapar, cari tempat makan dulu. Kebetulan hotel yang kami tempati pas didepan kantor gubernur NTT, tapi gak ada satupun tempat makan yang terdekat alias harus jalan kaki. Saya dan suami menyusuri jalanan berdua ditengah terik matahari. Saya bertanya ke tukang ojek yang biasa mangkal di depan hotel,

“Pak, warung makan deket sini mana ya?”

“Oh itu..jalan lurus aja, nanti ada di sebelah kiri..itu kelihatan, deket mobil pick-up.”

“oh iya pak, makasih.”

Saya dan suami menuju tempat yang ditunjuk bapak ojek. Setelah 10 menit berjalan, kami melihat papan nama warung, ’Warung Dua Dirham’,

” Alhamdulillah”, saya berujar pada suami, akhirnya ketemu juga warungnya.

Namun, alangkah kagetnya kami ketika melihat menu yang ada di kaca warung . Sontak saya bilang pada suami.
“Gak usah aja mas, bukan yg ini kayaknya”..

Anda tahu alasannya? Karena yg ditempel adalah gambar Babi (kami menyebutnya ‘kaki pendek’)..kami tertawa perlahan, masa namanya warung dua dirham tapi menunya babi? Oh no…
Pas disamping warung tersebut, ada warung pasundan..dan akhirnya kami memesan makan di warung pasundan.

.:Tanggal 6 Nov 2013:.
Ujian hari ini dimulai. Kami memesan ojek untuk mengantar kami ke GKN Kupang, gak jauh2 amat ternyata. Sekitar 10 menit naik ojek dari hotel cendana.


Sebelum ujian, saya memohon doa bapak dan mama yang sedang berada di tanah suci untuk mendoakan saya dan suami agar lancar saat ujian dan bisa lulus dua-duanya. Ujian dimulai pukul 09.00 WITA diawali dengan Tes Potensi Akademik(TPA). Ketika membuka soalnya, alamak..soal apa ini? Di bagian kosakata tidak ada satupun yang saya mengerti. Daripada menebak2,saya tinggalkan saja. Lebih sulit daripada tahun lalu, menurut saya.  Alhasil di akhir waktu, saya hanya bisa menjawab 66 soal dari 120 soal. Setelah itu, Tes Bahasa Inggris (TBI) yang menjadi momok bagi saya ternyata bisa dilalui dengan sangat lancarrrr.

Setelah ujian selesai (kira-kira jam 12.30 WITA), saya dan suami langsung menyerbu warung bakso di kantin GKN Kupang. Saya bilang pada suami bahwa saya hanya bisa menjawab 66 soal saja,sedangkan beliau 80 soal. Semakin pesimis mental saya, pengennya gak ikut psikotes di hari kedua. Diri saya sudah kalah mental lebih dulu. Tapi suami menguatkan dengan mengatakan
“ Kalo soalnya sulit, pasti semuanya merasa kesulitan, tenang aja, tunggu pengumuman.”  
Tapi tetap saja pikiran dan hati saya tidak tenang.

Setelah itu, kami pulang via ojek lagi ke hotel. Sorenya untuk menghilangkan stress, saya dan suami jalan-jalan ke Ramayana sekalian beli makan. Lumayan lah buat refresh otak.

.:Tanggal 7 Nov 2013:.

Psikotes dilaksanakan pada hari ini. Terdiri dari:
1.       Tes Gambar Orang+Pohon
2.       Papikostik
3.       Wartegg
4.       Pauli

Apalagi ya..yang lain lupa. Psikotes hari ke-2 nyantai, karena kita harus menunjukkan pribadi kita yang sebenarnya. Tapi perlu dilatih juga sih agar terbiasa.

Malamnya,sudah tidak ada beban lagi. Kami menyewa ojek untuk jalan-jalan ke Ramayana sekaligus silaturrohim ke rumah mbak ismi. Nikmatnya jalan-jalan malam di kota Kupang. Sekian aja cerita ngalor-ngidul dari saya. Semoga bermanfaat.

Senin, 16 Desember 2013

Alhamdulillah..

Sudah lama tak mengunjungi blog ini.. Semangat menulis gelombangnya bak orang labil saja, kadang naik, kadang karam..entahlah..

Alhamdulillah..Tahun 2013 penuh berkah.. Segala Puji Bagimu Ya Allah..

Tahun 2013, Allah anugerahkan bayi mungil yang sehat kepada saya dan suami. Amanah yang luar biasa yang dititipkan Allah pada pundak kami berdua. Hammam Faqih Muntazhar, kau sudah terlahir di dunia nak..dan tumbuhlah menjadi seorang manusia yang lebih baik dari abi dan ummi.. Insyaallah kami mengiringimu dengan memberi pupuk yang baik kepadamu nak..



Tahun 2013, Allah memberikan hadiah dengan meluluskan saya dan suami kembali ke 'habitat' kami di kampus plat merah Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) untuk menempuh pendidikan D4..Alhamdulillah, syukur kami padaMu Robbi..

Jika Allah sudah percayakan suatu amanah kepadamu..insyaAllah Dia telah menyiapkan kemudahan untuk menjalankan amanah itu..

Selasa, 25 Desember 2012

Natal di Kota Nagi



Assalamu’alaykum.

Apa kabar ukhtifillah? Semoga selalu dalam limpahan iman dan islam yg senantiasa meningkat insyaallah.
Baru kemarin, umat kristiani merayakan natal, yap, 25 Desember 2012, merupakan pertama kalinya saya merasakan langsung natal di kota nagi ini (sebutan untuk larantuka). Kota dimana katholik menjadi agama mayoritas disini.

Ketika seminggu menjelang natal, ada seorang mas kira2 umur 28 -30 tahun menyambangi rumah saya dan suami. Saat itu, kami baru pulang kantor dan sedang menunggu adzan maghrib untuk berbuka, jadi kami duduk di teras agar terdengar adzan yg sayup-sayup. Mas itu datang sendiri dengan motornya menyambangi kami. Sontak ketika mas itu turun dari motor, tetangga kanan-kiri kami langsung menutup pintu.

Akhirnya dia menyampaikan maksud kedatangannya. Saya pikir mau tanya alamat,,hehe..katanya mau minta sumbangan untuk perayaan natal, dia utusan dari gereja untuk meminta sumbangan kepada warga untuk natal lengkap dengan proposal dan stempel. Dia menyampaikan panjang lebar kepada kami bahwa natal itu bukan hanya untuk umat kristiani, tapi untuk kita semua.

Otomatis, sesuai keyakinan saya dan suami, kami menolak memberi.. Kami menjelaskan kepada si mas bahwa kami gak bisa memberikan sumbangan karena dalam agama kami tidak diperkenankan seperti itu. Lalu, si mas bilang,” mbak baru ya disini,” lalu saya jawab, “iya.”

Lalu dia menjelaskan lagi, kenapa sih gak mau ngasih, ini sudah biasa dilakukan setiap tahun, dan semua warga biasanya ngasih, gak pandang agama. Kalau mbak gak percaya, nanti saya bisa panggilkan uskup dari gereja untuk berdialog disini dan menjelaskan semuanya. Wah, malah bagus, saya piker.
Saya bilang,” Silahkan saja mas, malah lebih baik, biar kita bisa berdiskusi. Bukannya kami fanatic atau benci sama ummat lain, tapi dalam agama kami memang tidak dibolehkan. Dengan tutur bicara yg halus dan hati2,takut tersungging..ehm,tersinggung,..hehe.. lalu si mas  bilang,” oke deh mbak, bisa minta nomer hape nggak, biar nanti kalo natal bisa kami undang. Lah, koq malah mau diundang, ya pasti kami gak datang lah, rada sedeng juga nih si mas. Kan mas udah tau rumah kami, gak usah pake no hape segala langdung datang aja kesini.. Si mas hanya tersenyum kecut, dan pergi ke rumah tetangga lain.

Dan adzan pun berkumandang, kami berbuka. Huh, agak deg-degan sebenernya, tapi a’udzubillah aja, semoga gak papa.

Usut punya usut..saya tanyakan ke teman kantor apakah gereja memang minta sumbangan dari warga termasuk muslim? Ternyata katanya nggak, mereka sudah punya anggaran sendiri. Penipuan itu mbak, tiap tahun pasti ada.. Huh, ternyata penipuan toh.

Yah, walaupun kami tidak membantu dalam hal ini itu, ataupun tdk mengucapkan selamat natal dan tahun baru, yang penting kita saling bertoleransi antar umat beragama. Jadi, teringat sebuah hadits:
Sesungguhnya ada jenazah yang lewat di hadapan Rasulullah kemudian Dia berdiri menghormatinya. Kemudian, dikatakan padanya: “Sesungguhnya jenazah itu adalah orang Yahudi”. Rasul menjawab: “Bukankah dia juga manusia?”. (Shahih Muslim)
Jadi, dalam segi hubungan antarmanusia, tidak ada perbedaan perlakuan antara yg 1 dan lainnya. Kalau dari sejak zaman Rasulullah dahulu sudah dicontohkan secara nyata bagaimana damainya hidup berdampingan dengan ummat agama lain, kenapa sekarang malah terjadi saling sikut ya antar umat beragama. Biarlah Anda dengan agama anda, kami dengan agama kami. Beres toh?.. :D

Hari-H

Natal, pas hari H, ternyata gak terlalu rame juga disini. Soalnya katanya kalo Kristen protestan, yg sacral itu natalnya, sedangkan katholik yg sacral paskahnya. Jadi perayaan natalnya sendiri lebih kayak tahun baru, hanya bunyi kembang api dimana-mana,

Tapi memang ketika menjelang natal H-3 sampai H-1 pasar larantuka ramenya banget nget nget..udah kayak suasana lebaran di Jawa. Dan pas hari natal, pasar nya tutup, jd harus siap-siap bahan makanan dr tgl 24 desember,, Sepertinya cukup sekian berita dari Larantuka, insyaallah disambung lagi.. ^^

Salam rindu dari larantuka untuk saudari2ku nun jauh disana.. Uhibbukum fillah,, :D

Selasa, 24 Juli 2012



Assalamu’alaykum

Alhamdulillah,setelah hari ke-5 Ramadhan, bisa menghiasi blog ini. Mumpung kerjaan lagi longgar..hehe
Ramadhan 1433 Hijriah sungguh berbeda dengan Ramadhan yang saya lalui tahun-tahun sebelumnya. Allah menghendaki saya untuk menimba pengalaman di negeri ujung timur flores ini, Larantuka. Tidak pernah terbersit di benak saya akan menginjakkan kaki di bagian timur Indonesia, bertemu penduduk asli dan bersosialisasi dengan mereka disini.

Tugas Negara yang diemban suami mengharuskan saya sebagai istri untuk ikut beliau ke tanah Larantuka ini. Jika anda bertanya, apakah tidak sedih meninggalkan segala kenyamanan di kota besar? Entah kenapa, tidak ada sedikitpun rasa sedih saat itu. Karena Allah telah memperkenankan doa saya. Pernah suatu ketika saya berbisik dalam hati,
“Ya Allah, Jika Engkau berkenan, ijinkan hamba untuk merasakan bagaimana nasib menjadi minoritas muslim.”

Eh, ternyata Allah benar2 mengabulkan. Waktu itu saya sering nonton berita-berita TV yang menggambarkan saudara2 muslim kita yang menjadi minoritas di negeri orang. Seru kayaknya! Berkaca pada teman2 non-islam ketika di kampus, dengan keminoritasannya, mereka lebih solid dan lebih mau berkorban demi agamanya. (Enak ya,pikir saya).

Kita hidup di Negara muslim terbesar di dunia merasakan kenyamanan yang luar biasa dalam beragama.(Secara,,mayoritas gitu loh).Namun terkadang kita terlena dengan besarnya agama kita dalam suatu tempat, sehingga ukhuwah antar muslim pun tidak terasa. Bahkan menunaikan hak sesama muslim kita jarang.

Ketika pertama kali menginjakkan kaki tanah flores,tepatnya di Maumere (tempat pesawat mendarat, 3 jam menuju Larantuka), saya di jemput suami dan supir kantor. Karena waktu sudah  mendekati sholat ashar, akhirnya kami menuju masjid terdekat. Kebetulan saya lg nggak sholat, jadi menunggu di bagian luar masjid. Saya bertemu dan bercengkerama dengan anak2 asli flores yang sedang menunggu gurunya untuk belajar  mengaji. Umur mereka sekitar 6-7 tahun. Belum sempat ana menyapa, mereka sudah mengucapkan salam dan senyum lebar kepada saya. Subhanallah, dengan perbuatan kecil itupun saya merasa sangat tersentuh.(Mana ada kayak gini di Jawa, saya pikir).

Mereka tampak sangat senang, mungkin jarang2 ketemu orang Jawa pake Jilbab lebar kayak gini,,(narsis..^^). Saya berikan donat  yang awalnya saya bawakan untuk suami kepada mereka (suami cuma kebagian 1,hehe). Saya ajak mereka untuk mengambil sapu dan membersihkan masjid karena sangat kotor sekali. Selagi mereka menyapu, sholat jamaah pun selesai dan ana dan suami bersiap melanjutkan perjalanan. Putri-putri kecil flores itu pun melambaikan tangan dan senyuman yang merekah di wajah mereka (manis sekali..)

Ini sebenarnya mau cerita apa,,kok ngalur ngidul gak jelas.

Kembali ke topik awal. Ramadhan 1433 H di tanah Larantuka.

Malam pertama tarawih, saya dan suami bersiap-siap menuju masjid Mujahidin(tempat kami biasa liqo). Ketika di perjalanan (kira2 15 menit pake motor), di mana-mana ada pesta sambut baru. Malam pertama ramadhan, dimana umat muslim pertama kali menunaikan ibadah sholat tarawih, malah dibarengi acara sambut baru (pembaptisan anak2 yg sudah baligh dalam agama katholik). Saya hanya mengelus dada, suara disco dan lagu2 daerah yang menghentak-hentak terdengar hampir di sepanjang perjalanan kami. Ada yang mengira bahwa pesta sambut baru ini sengaja mereka barengkan dengan 1 Ramadhan. Karena biasanya pesta ini dilakukan ketika bulan Maret atau Mei. Entah kali ini koq barengan sama Ramadhan. Untung, masjid yang kami tuju terletak agak terpencil dan jauh dari rumah2 penduduk asli. Sholat tarawih dijaga oleh polisi untuk menjaga kemanan sholat tarawih.

Banyaknya jamaah membuat saya lupa bahwa saya berada di Larantuka. Berasa di Jawa.. ^^
Menginjak hari pertama puasa. Kebetulan libur, jadi bisa masak dengan leluasa di rumah untuk persiapan buka puasa dan sahur. Buka puasa dikira-kira dengan jam yang disesuaikan dengan jadwal yang dikeluarkan kemenag setempat. (Ga denger adzan di sini,,J )

Waduh,,udah ada kerjaan,,cukup sekian untuk sharing hari ini, insyaAllah nanti disambung lagi.

Biar ada gambaran sedikit tentang Larantuka,,ana lampirkan sedikit foto2 larantuka..:)

Salam ukhuwah dari tanah Larantuka. Bismillah, dimanapun kita berada, innallaha ma’ana.. ^^

Selasa, 17 Juli 2012

Larantuka, here I am..


LARANTUKA, 17/7/2012 16.50 WITA
Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Apa kabar saudari2q?semoga dalam keadaan sehat jasadi maupun ruhani. Aamiin.
Baru saja ana membaca artikel tentang Bunda Najla’ Mahmud,istri Presiden Mesir Dr.Muhammad Mursi. Entah mengapa artikel yang begitu singkat itu membuat hati saya bergetar dan gemuruh kerinduan akan suasana islami itu semakin besar.
Jika dibandingkan dengan kondisi ketika saya di Jakarta ataupun Kotabumi (Lampung Utara), Larantuka sungguh sangat berbeda. Tidak ada banyak kajian, majelis ilmu, ataupun kegiatan dakwah yang tampak nyata di sini. Mungkin karena Larantuka adalah pusat Katholik terbesar di Indonesia, dan juga sering disebut Vatikan kedua setelah Roma.
Larantuka menyajikan keindahan laut yang luar biasa, tapi dibalik itu semua butuh kerja keras untuk membangun Islamisasi di sini. Suatu saat, saya pernah bertemu dengan seorang suster yang baru saja menyeberang ke pulau seberang dengan menggunakan kapal kecil. Pantas saja Katholik berkembang disini karena mungkin saking pedulinya suster2 itu hingga masuk ke pulau2 terpencil disana. Lalu saya berpikir, jika kita bisa melakukan seperti yang suster itu lakukan, mungkin akan lebih banyak lagi muallaf yang benar2 menyatakan dirinya muslim. Di Pulau seberang, konon Islam sudah berkembang. Dan yang menyebarkannya adalah saudara kita yang berasal dari Jamaah Tabligh (JT). JT merupakan organisasi Islam yang lumayan besar di Larantuka setelah Nahdhatul Ulama’.
Jika antunna bertanya, dimana posisi kader dakwah kita? Sungguh belum bisa dilihat dengan mata. Kami hanya segelintir orang yang mencoba membangun dakwah di kota ini. Kader dakwah yang bernaung di bawah bendera yang diusung cagub no.4 Pilgub Jakarta tahun ini terdiri dari 1 ketua DPD dan istri, ana dan suami, dan 3 orang akhwat. Untuk menjalankan suatu program saja secara kuantitas kami belum mampu, jadi kebanyakan kami mengikuti acara yang diadakan Jamaah Tabligh.

Karena sudah waktunya pulang, insyaAllah kita sambung di lain kesempatan.
Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.(QS: Ali Imran/3: 169)
==bersambung==

Senin, 11 Juni 2012

hm

Assalamu'alaikum wr.wb.

Jakarta, 16 Des 2010 18:57

Allah..mendengar kata itu saja hati saya seakan bergemuruh,entah kenapa air mata seakan tak kuasa tertahan..
Banyak sekali yang ingin saya curhatkan kepada Alah

Minggu, 10 Juni 2012

Zauji,inni uhibbuka fillah


Bismillah..

Menjalani kehidupan di larantuka, sebuah kota kecil di ujung timur flores, begitu menyenangkan. Mendampingi seseorang yang Allah amanahkan untuk saya dampingi, menemani perjuangannya selama di dunia. Mungkin beberapa orang memandang sebelah mata kepindahan saya dari kota yang ramai ke kota kecil seperti larantuka,,but honestly i'm happy.

Kota kecil ini menawarkan kedamaian, ketenangan..walaupun notabene larantuka adalah vatikan Indonesia, pusat katholik terbesar, tapi inilah pengalaman baru hidup menjadi minoritas muslim disini. Mengenal budaya dan agama penduduk asli. Tidak semua orang yang Allah berikan nikmat untuk menjelajahi bagian timur Indonesia. Pasti ada sesuatu yang Allah siapkan untuk diambil hikmah.

Hidup berdua dengan suami, menapaki kehidupan jauh dari keluarga besar sungguh menjadi gemblengan bagi hidup kami yang smoga bisa membuat kehidupan kami lebih berwarna dan lebih kuat menghantam badai. Hari-hari yang kami lalui menambah rasa sayang antara kami. Sayang karena Allah, cinta yang kami bangun bukan karena saya,bukan karena dia, tapi karena Allah. Jadi, apapun yang terjadi dalam kehidupan kami, bukan karena ketetapan saya ataupun dia,,tapi Allah. Allah lah yang meyiapkan alur cerita kehidupan makhlukNya. Jadi, tak perlu risau dengan apapun yang terjadi. Life must go on with long smile.. :D

Zauji, inni uhibbuka fillah. 




Minggu, 18 Maret 2012

Ukhuwah itu indah

Bismillaah.

Belum lama diri ini mengenal kalian. Hanya dalam hitungan bulan,,belum genap setahun kebersamaan kita. Kita merajut ukhuwah ini bersama-sama, dari pribadi-pribadi yang saling terlepas, menjadi saling mengikat. Ibarat benang-benang kecil,,kita pun membentuk suatu pola dalam hamparan kain dakwah. Membentuk pola yang indah laksana bunga-bunga kecil bertaburan dalam kain itu. Ukhuwah ini adalah rahmatullah.

لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِي الأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ
"...Walaupun kamu membelanjakan semua (kakayaan) yang ada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka... (QS: Al-Anfal: 63)"

Dan ketika pola itu sudah terbentuk demikian indahnya, Allah menghendaki beberapa benang-benang untuk membentuk pola di bagian lain, tanpa merusak pola-pola yang sudah ada. Mengapa Allah memisahkan benang2 itu? Tentunya untuk membentuk pola lain yang akan membuat kain dakwah itu semakin indah. Bukan untuk merusak pola-pola yg sudah terbentuk. Dan kehendak Allah itu pasti yg terbaik, itu yang harus kita yakini.

Kesedihan itu wajar, sayang. Mungkin karena cintanya hati kita kepada saudari-saudari yang selama ini bersama-sama mencari nur Islam. Tapi jika kesedihan itu melampaui batas, apakah itu yang Allah harapkan? Allah ingin kita menjadi lebih kuat. Dan ketika Allah menghendaki sesuatu pada kita, Yakinlah, Allah telah menguatkan kita untuk menjalankan amanahNya. InsyaAllah.

Saudariku, jika waktunya sudah tiba, kalian pun akan membentuk pola-pola baru yang lebih indah. Walaupun kita sudah tak dalam 1 pola yg sama, tapi kita masih berada dalam 1 hamparan kain untuk membentuk pola-pola indah bersama benang2 yang lain.

"Sesungguhnya di sekitar arasy Allah ada mimbar-mimbar dari cahaya. Di atasnya ada kaum yang berpakaian cahaya. Wajah-wajah mereka bercahaya. Mereka bukanlah para nabi dan bukan juga para syuhada. Dan para nabi dan syuhada cemburu pada mereka karena kedudukan mereka di sisi Allah." Para sahabat bertanya, "Beritahukanlah sifat mereka wahai Rasulallah. Maka Rasul bersabda, "Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, bersaudara karena Allah, dan saling mengunjungi karena Allah." (Hadis yang ditakhrij Al-Hafiz Al-Iraqi, para perawinya tsiqat).

jadi teringat petikan nasyid dari Brother-untukmu teman
Mungkinkah kita terlupaTuhan ada janjinya
Bertemu berpisah kita
Ada rahmat dan kasihnya
Andai ini ujian
Terangilah kamar kesabaran
Pergilah derita hadirlah cahaya

Salam ukhuwah.^^

Selasa, 08 November 2011

Episode baru

Bismillah..
tak terasa sudah lama tak mengepos di blog ini. Hm..sudah banyak catatan kehidupan yang terlewat,,dari penempatan, tempat baru, lingkungan baru, dan interaksi dengan orang-orang yang sama sekali tidak ku kenal.

Ya,kesibukan tak bisa dijadikan alasan untuk tidak menorehkan catatan. Walaupun jarang ngepos, tapi masih aktif nulis di diary.. :)

Sebenarnya banyak yang ingin sy ceritakan. Tapi harus benar2 menata kata agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda bagi pembacanya,,

Sebagai pembuka, mungkin sedikit akan kuceritakan tentang adaptasi di lingkungan baru.

Kotabumi, Lampung Utara, disinilah tempat saya berada saat ini. bekerja demi negara yang telah sy pijak dan tinggali selama ini. pertama kali mbuka amplop penempatan, bingung harus bagaimana. Entah harus senang atau sedih. Senang karena akhirnya pengumuman yang menakutkan itu keluar juga, sedih karena harus berpisah dengan saudara-saudara seperjuangan di Jakarta. Sy bekerja di instansi yang kantornya ada di seluruh pelosok negeri. So, kami harus siap ditempatkan dimana saja.

Sampai malam, sy dan teman2 masih berada di masjid alamanah kantor pusat. Bercerita panjang lebar menjelang perpisahan yanhg akan kami hadapi. bercerita tentang masalah2 kami, dan tak terasa malam pun menjelang. dan kamipun pulang untuk menyambut hari esok untuk pamit kepada keluarga masing-masing.

akhirnya tiba saatnya mengabdi di tempat baru. berkenalan dengan orang yang sama sekali asing bagi sy. Tp syyakin, Allah punya tujuan kenapa saya ditempatkan di tempat ini. Dan perjalanan hidup di kotabumi pun dimulai sejak 2 Juli 2011.

..to be continued

Jumat, 25 Maret 2011

Bulan Diklat

Assalamu'alaykum..
Salam untukmu wahai saudaraku,,

Bulan Maret 2011 bisa disebut bulan diklat. 3 minggu dipenuhi agenda diklat yang jaraknya lumayan jauh dari kos. berangkat subuh, pulang maghrib. Tak pernah bertemu dengan mentari ketika di kos. Berangkat pake busway (syukur2 kalo dapet tmpat duduk), pulang harus berdesakan di bis kota.

Awalnya memang berat, tetapi setelah terbiasa ternyata masih capek juga.Ya mungkin ini yg disebut perjuangan. Kita tak akan pernah bisa merasakan indahnya kesuksesan jika belum merasakan pahitnya penderitaan.Toh, semuanya sudah ada yang mengatur, iya to..
itu yang menguatkan saya, keyakinan bahwa semua kejadian itu tdak ada yang sia-sia. Allah pasti punya rencana di balik ini semua. Tinggal kitanya saja yang bisa menangkap sinyal Allah tersebut atau tidak.

Yang paling saya rasakan semrawut adalah manajemen waktu. Saya benar-benar merasa kelimpungan menyeimbangkan waktu untuk keperluan dunia dan keperluan akhirat. Soalnya kebanyakan waktu tersita untuk diklat dan transport. Waktu untuk berinteraksi dengan Allah pun berkurang drastis dibanding sebelum diklat.

Sempat agak depres ketika mnyadari belum bisa menyeimbangkan waktu. Untung hanya di pekan pertama. Akhirnya skarang alhamdulillah sudah bisa memanage sedemikian rupa shg semuanya tercover dg baik insyaallah.

Diklat tinggal sepekan lagi,,entah apa yang akan terjadi setelah itu. Banyak rumor yang beredar bahwa akan ada penempatan. Entah mengapa,saya koq tidak was-was ya?padahal dulu denger kata penempatan aja udah langsung heboh.
Tenang aja, Allah Maha Tahu koq, dimana tempat terbaik untuk kita semua. Tinggal yakin dan berserah diri aja padaNya. Insyaallah semuanya indah ketika kita selalu bersama Allah.

U're never alone..
Allah always with u..

:)

#BumiAllah,13 Rabiul Akhir 1432H

Rabu, 09 Februari 2011

Ada waktunya, kita merenung

Bismillahirrohmanirrohim,,

akhir-akhir ini banyak kejadian yang mengetuk hati saya. Yang memberi kesadaran, ternyata manusia itu begitu kecil di hadapan Allah, dan pada hakikatnya kita sbagai ciptaan akan kembali pada Pemilik jiwa dan ruh yang sepenuhnya, yaitu Allah.

Tapi banyak manusia yang lengah akan kehidupan dunia yang hanya sementara.
Padahal, kehidupan dunia itu hanya seperti alam mimpi yang hanya sekejap saja. Ya, benar-benar sekejap. Dan benar kata orang, yang nyata itu tampak lebih indah dibanding yang tak tampak (read: akhirat)

Pada suatu ketika, pikiran-pikiran ini tertuang dalam untaian kata yang tidak biasanya sy buat. Smoga bisa diambil manfaat,,

INGATLAH

Hari-hari berlalu seakan tak berizin pada kita
tiada terasa waktu yang begitu singkat itupun semakin mendekati akhir
Ya, akhir dimana kita harus kembali ke Robbul Izzati
Dzat yang Maha Suci yang mencipta manusia dengan penuh kesempurnaan

Diberikannya manusia akal, pikiran, dan perasaan
untuk membeda yg haq dan yg batil
Diberikannya manusia karunia dan nikmat
yang sepertinya tiada akhir

Tapi mengapa manusia begitu lengah dan bodoh
Dengan bodohnya manusia bangga dengan maksiat yg dilakoninya'
Dengan hebatnya manusia memilih jalan yg pada akhirnya akan membawa ke akhir yg pedih


Saudaraku,
pilihan-pilihan itu sudah tersedia
tinggal kita memilih akhir seperti apa

dan setiap pilihan pasti ada konsekuensinya
tak ada kemenangan tanpa kerja keras
tak ada kesuksesan yang diraih tanpa usaha
seperti itulah analogi manusia dengan surga

Akhir yang indah akan kita raih dengan perjuangan
perjuangan menegakan agama Allah di bumi ini
perjuangan menghidupkan sunnah rosul sebagai bagian hidup kita

Dan ketika waktu itu datang
sudah siapkah kita bertemu dengan Robb kita
Robb yg tiada hentinya menunjukkan KasihNya pada kita
Robb yang senantiasa melindungi kita

Tapi kita tak membalasNya dengan setimpal
tak melakukan apa yang diperintahNya
Memang,
Dia tak membutuhkan apapun dari kita
Tapi apakah pantas
kita sebagai ciptaan dengan sombongnya
berjalan angkuh di muka bumi
tanpa mengindahkanNya sedikit pun

Ingatlah.
Yaumul hisab itu pasti datang.
Ya, pasti datang.
jangan pernah ragu akan itu

Dan semua amal kita, dosa kita akan diperhitungkan
tak ada yang luput sedikitpun.

Duhai Robbku,,
Semoga Yaumul Hisab merupakan Yaum yng terindah bagi kami
Yaum dimana kami tersenyum dengan muka bercahaya
dan bertemu denganMu dalam keadaan terbaik kami.

---EAN----




Senin, 10 Januari 2011

Jodoh..hmm

Bismillahirrohmanirrohim,,

ada sebuah kisah yang mungkin bisa diambil hikmah. Saya mendapatkan kisah ini dari seorang teman, kisah seorang ustadz ternama di Indonesia.

Aku ingin terbang ke langit. Cuma sayang, sayapku cuma satu. Bagaimana kalau salah satu sayap itu adalah kamu?
Sebuah Kisah pengalaman Ust.Arifin Ilham tentang hakikat jodoh yang ia alami dan rasakan.

Kalau memang jodoh, tidak akan ke mana-mana! Begitu petuah orang tua. Kisah itulah yang terjadi pada pasangan Arifin dengan Wahyuniati Al-Waly, putri ketiga dari enam bersaudara dari mantan anggota DPR, Drs. Teuku Djamaris. Arifin pertama kali bertemu Yuni saat usai berceramah di kediaman keluarga H. Yusuf di Depok, bulan September 1997. Saat itu Arifin tengah duduk menunggu antrean makan, begitu juga Yuni. Jarak di antara mereka sekitar tiga-empat meter. Tiba-tiba di antara keduanya saling beradu pandang dan keduanya pun saling tersenyum. Hanya beberapa detik saja adu pandang itu berlangsung dan setelah itu mereka pun pulang. Setelah itu, mereka pun tidak pernah saling bertemu, apalagi saling berbicara.

Malam itu Yuni tidak pulang ke rumah orang tuanya di Kompleks DPR di Kalibata, karena ia memang berniat menginap di rumah sahabatnya, Fitrah, di Depok. Semula ia tidak berniat mengikuti pengajian itu, karena niatnya memang hanya ingin kangen-kangenan ke rumah sahabatnya yang sama-sama dari Padang itu. Karena itu, ia pun pergi ke pengajian dengan pakaian seadanya, yaitu celana jins, baju berwarna biru, dan kerudung putih. Tapi, ia tidak merasa rugi mendatangi pengajian itu. “Ustadnya masih muda, cakep, dan materi ceramahnya pun lumayan menarik,” kenangnya.

Meski yakin matanya tidak salah saat melihat kecantikan gadis itu, Arifin tidak mau mengumbar perasaannya. Ia tak berusaha mencari tahu siapa dan dari mana gadis itu. Ia biarkan kehidupannya mengalir sesuai kehendak-Nya. Sebagai makhluk yang berusaha menyerahkan seluruh kehidupannya hanya untuk Allah, dalam urusan jodoh pun ia pasrahkan seutuhnya kepada Sang Mahakuasa. Setiap malam dia bangun kemudian salat tahajud dan berserah diri kepada-Nya.

Sejak masih kuliah di Universitas Nasional, kemudian lulus kuliah, dan selanjutnya menjadi dosen di Universitas Borobudur, sudah beberapa kali ia berteman dengan wanita. Tapi, sejauh itu selalu saja gagal sampai ke pelaminan.

Hari-hari pun berjalan, ternyata Tuhan belum pula menunjukkan tanda-tanda akan hadirnya seorang pujaan hati. Suatu hari, ada salah seorang temannya, Hasan Sandi, yang menawarinya berkenalan dengan seorang gadis. Katanya, “Ustad Arifin... mau tidak kalau saya kenalkan dengan seorang gadis. Dia seorang putri ulama.” “Mau, anaknya tinggal di mana?” Arifin balik bertanya. “Di Kalibata. Tapi, lebih baik kita ketemu di tempat lain saja, deh.”

Suatu hari di bulan Februari 1998 Hasan menghubungi Arifin lagi. Ia mengundang Arifin untuk memberikan ceramah dalam acara syukuran menempati rumah baru. “Nanti saya kenalkan sekalian dengan gadis itu,” kata Hasan. Saat memasuki rumah itu, Arifin kaget ketika melihat salah satu foto yang terpampang di kamar tamu, yang rupanya pernah dia kenal. “Ini, lho, foto gadis itu,” kata Hasan sambil menunjuk foto itu.

Bertepatan dengan tangan Hasan menunjuk foto gadis itu, seperti disihir, gadis itu keluar bersama kedua orang tuanya. Hanya beberapa detik, karena setelah itu gadis yang mengenakan celana biru, baju biru, dan kerudung putih itu langsung masuk ke dalam lagi. Saat itu Arifin baru ingat bahwa ia pernah bertemu dengan gadis itu sekitar enam bulan yang lalu, saat ia berceramah di Depok. Kali ini Arifin benar-benar jatuh cinta. Sejak kedua kalinya bertemu gadis itu, ada perasaan yang aneh di hatinya. Bayang-bayang gadis kerudung putih itu terus mengusik kesendiriannya. Tapi, berbeda dengan kebanyakan muda-mudi lain, ia menyampaikan perasaan hatinya kepada Sang Maha Pencipta. Setiap kali bangun malam, ia langsung bersujud dan bersimpuh di hadapan-Nya. Sambil berdoa ia menangis dan memohon petunjuk agar diberikan pendamping hidup yang terbaik untuknya. Selama ini, ia memang selalu memanfaatkan sepertiga malam yang terakhir untuk-Nya. Hanya, kini kualitas dan kuantitas penghambaannya kepada Allah itu kian ditingkatkan.

Setiap malam ia salat malam delapan rakaat ditambah witir tiga rakaat. Memasuki hari kesebelas, ia tiba-tiba mengalami kelelahan yang luar biasa hingga ia pun tertidur. Di tengah kelelapan tidurnya, ia bermimpi seolah menjalankan ibadah umroh bersama gadis itu tepat tanggal 1 Muharam. Arifin percaya, mimpinya kali ini bukan sekadar kembang tidur. “Ini adalah petunjuk Allah yang Arifin terjemahkan untuk menikah tanggal 1 Muharam,” tegasnya. Pagi-pagi, usai salat subuh, ia langsung menelepon gadis itu. “Aku Muhammad Arifin Ilham,” katanya memulai pembicaraan. “Aku ingin mengatakan sesuatu kepada kamu. Pertama, aku ingin menikah dengan kamu tanggal 1 Muharam. Kedua, niatku ini karena Allah. Ketiga, karena sunah Rasul. Keempat, aku ingin terbang ke langit. Cuma sayang, sayapku cuma satu. Bagaimana kalau salah satu sayap itu adalah kamu? Kelima, aku butuhkan jawabanmu besok pukul 5 pagi.” Gadis itu terduduk lunglai. Berbagai perasaan menyelimuti kalbunya. Di satu sisi ia merasa tersanjung dan bahagia, tapi di sisi lain ia juga merasa sedih dan khawatir.

Bagaimanapun, ia belum mengenal lelaki itu, walaupun ia seorang ustad. Sebagai gadis, selama ini ia belum pernah pacaran atau pergi berduaan dengan lelaki. Selain tidak suka pergi-pergi iseng, pendidikan ayahnya pun sangat ketat. Sudah beberapa kali ia dilamar, tapi selalu ditolak oleh kedua orang tuanya. Karena itu, awalnya ia gamang saat ingin menyampaikan lamaran Arifin itu.

Apa boleh buat, lamaran ‘mengagetkan’ dari ustad muda itu harus segera dia sampaikan kepada kedua orang tuanya, karena esok subuh sudah ditunggu jawabannya. Untunglah kedua orang tuanya menyetujuinya. Saat esok harinya, pukul 5 pagi, Arifin telepon dan yang menerima Yuni sendiri, ia yakin lamarannya bakal diterima. Satu bulan kemudian, tepat tanggal 1 Muharam (28 April 1998), Arifin dan Yuni menikah di Masjid Baiturrahman di Kompleks DPR Kalibata. Dua sejoli ini ternyata banyak kesamaannya. Antara lain, Arifin maupun Yuni adalah alumni Pesantren Darunnajah dan Universitas Nasional. Hanya tenggang waktu mereka yang berbeda. Kedua kakek mereka sama-sama memiliki pesantren, yang namanya juga sama, Darussalam.

Sumber : Renungan kisah Inspiratif.

Jika dipikir-pikir, banyak sekali pasangan yang menikah setelah berpacaran selama bertahun-tahun dan sudah bergonta-ganti pasangan, tapi toh akhirnya rumah tangga nya juga menghadapi badai. Hubungan yang lama terjalin bukan jaminan rumah tangga akan baik-baik saja karena tidak ada yang bisa menebak kemana angin membawa bahtera tersebut.

Tapi, coba diflashback dari cerita-cerita orang dahulu yang dijodohkan dan langsung dinikahkan. Banyak bukti bahwa rumah tangga mereka awet hingga akhir hayat. Hal ini sejalan dengan konsep Islam tentang pernikahan yang hanya diawali dengan ta'aruf dan langsung menikah. tentu saja ini harus dibedakan dengan asal pilih seperti membeli kucing dalam karung. Proses ta'aruf antara ikhwan dan akhwat sudah dipertimbangkan keseimbangan antara keduanya, baik dari segi agama, segi ekonomi, dan dari segi-segi lain.

Kalau begitu, qt sebagai generasi muda mau mengambil contoh yg mana. mau memilih yang sesuai dengan syariat, atau malah terjerumus pada maksiat yang bernama 'pacaran'.

Smoga Allah membukakan pintu hati kita untuk menerima cahaya dien Islam. Amiin.



Najis,,gara2 temen nanya nih

Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh.

Bismillahirrohmanirrohim,,
Segala puji bagi Allah yang masih memberikan nikmat iman dan islam kepada kita semua,

Beberapa hari yang lalu,,seorang teman saya bertanya mengenai najis. Berawal dari situ, sy kemudian mencari di berbagai simber tentang macam-macam najis, dan cara mensucikannya karena najis itu sangat berkaitang dengan syarat sahnya qt sholat.


Najis (Najasah) menurut bahasa artinya adalah kotoran. Dan menurut Syara' artinya adalah sesuatu yang bisa mempengaruhi Sahnya Sholat. Seperti air kencing dan najis-najis lain sebagainya.
Najis itu dapat dibagi menjadi Tiga Bagian :


1. Najis Mughollazoh. ( مُــخـــلَّــــظَـــةَ )
Yaitu Najis yang berat. Yakni Najis yang timbul dari Najis Anjing dan Babi.
Babi adalah binatang najis berdasarkan al-Qur`an dan Ijma' para sahabat Nabi (Ijma'ush Shahabat) (Prof Ali Raghib, Ahkamush Shalat, hal. 33). Dalil najisnya babi adalah firman Allah SWT [artinya] : "Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor (rijsun)." (QS Al-An'aam [6] : 145)
Adapun tentang najisnya Anjing, dapat dilihat dari salah satu hadist, Rasulullah SAW Bersabda : Jika seekor anjing menjilat bejana salah satu dari pada kamu sekalian, maka hendaknya kamu menuangkan bejana itu (Mengosongkan isinya) kemudian membasuhnya 7X ( Diriwayatkan oleh Imam Muslim Al Fiqhu Alal Madzhahibilj Juz I Hal.16) .
Jika binatang itu termasuk jenis yang najis (babi dan juga anjing), maka semua bagian tubuhnya adalah najis, tidak peduli apakah dalam keadaan hidup atau mati. (Abdurrahman Al-Baghdadi, Babi Halal Babi Haram, hal. 47). Imam al-Kasani dalam kitabnya Bada'i'ush Shana'i` fii Tartib asy-Syara'i' (I/74) mengatakan bahwa babi adalah najis pada zatnya dan babi tidak dapat menjadi suci jika disamak.


Cara mensucikannya ialah harus terlebih dahulu dihilangkan wujud benda Najis tersebut. Kemudian baru dicuci bersih dengan air sampai 7 kali dan permulaan atau penghabisannya diantara pencucian itu wajib dicuci dengan air yang bercampur dengan Tanah (disamak). Cara ini berdasarkan Sabda Rasul :


طَــهُوْرُ إِ نَّـاءِ أَحَـدِكُـمْ إِذَاوَ لَــغَ فِــيْـهِ الْـكَــلْبُ أَنْ يــَـغْـسِـلَــهُ سَــبْـعَ مَـرَّ اتٍ أَوْ لاَ هُنَّ أَوْ أُخْـرَ ا هُنَّ بِـا لـتُّــرَ ابٍ

"Sucinya tempat (perkakas) mu apabila telah dijilat oleh Anjing, adalah dengan mencucikan tujuh kali. Permulaan atau penghabisan diantara pencucian itu (harus) dicuci dengan air yang bercampur dengan Tanah". (H.R. At-Tumudzy)


2. Najis Mukhofafah.
Ialah najis yang ringan, seperti air kencing Anak Laki-laki yang usianya kurang dari dua tahun dan belum makan apa-apa, selain air Susu Ibunya.
Cara membersihkannya, cukup dengan memercikkan air bersih pada benda yang terkena Najis tersebut sampai bersih betul. Kita perhatikan Hadits dibawah ini :


يُــغْسِـلُ مِنْ بَــوْ لِ الْـجَار يَــةِ ، وَ يُـرَ شُ مِنْ بَــوْ لِ الْـغُــلاَ مِ
"Barangsiapa yang terkena Air kencing Anak Wanita, harus dicuci. Dan jika terkena Air kencing Anak Laki-laki. Cukuplah dengan memercikkan Air pada nya". (H.R. Abu Daud dan An-Nasa'iy)
Tapi tidak untuk kencing anak perempuan, karena status kenajisannya sama dengan Najis Mutawassithah ( مُـــتــــوَ سِّــطَــــةْ )


3. Najis Mutawassithah ( مُـــتــــوَ سِّــطَــــةْ )Ialah Najis yang sedang, yaitu kotoran Manusia atau Hewan, seperti Air kencing, Nanah, Darah, Bangkai, minuman keras ; arak, anggur, tuak dan sebagainya (selain dari bangkai Ikan, Belalang, dan Mayat Manusia). Dan selain dari Najis yang lain selain yang tersebut dalam Najis ringan dan berat.
Cara mensucikannya perhatikan dibawah ini :


Najis Mutawassithah itu - terbagi Dua :1. Najis 'Ainiah, yaitu Najis yang bendanya berwujud.
Cara mensucikannya. Pertama menghilangkan zat nya terlebih dahulu. Sehingga hilang rasanya. Hilang baunya. Dan Hilang warnanya. Kemudian baru menyiramnya dengan Air sampai bersih betul.
2. Najis Hukmiah, yaitu Najis yang bendanya tidak berwujud : seperti bekas kencing. Bekas Arak yang sudah kering.
Cara mensucikannya ialah. Cukup dengan mengalir kan Air pada bekas Najis tersebut.


Najis Yang dapat di Ma'afkan. Antara lain :
1. Bangkai Hewan yang darahnya tidak mengalir. Seperti nyamuk, kutu busuk. Dan sebangsanya.
2. Najis yang sedikit sekali.
3. Nanah. Darah dari Kudis atau Bisul kita sendiri.
4. Debu yang terbang membawa serta Najis dan lain-lain yang sukar dihindarkan.

Wallohu wa'lam bis showab.

Jika ada koreksi atas apa yg saya tulis,,mohon diperbaiki.

Rabu, 22 Desember 2010

Terkadang berkaca itu perlu

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarokatuh..

bagaimana kabarnya saudariku? Semoga senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.
Segala puji sy panjatkan ke hadiratNya atas nafas yang masih Dia berikan hingga detik ini, atas jiwa dan raga yang sehat tanpa cacat suatu apapun, dan atas karunia Islam yang Allah berikan untuk saya dan antum..

Minggu-minggu ini merupakan hari yang penuh instropeksi bagi saya. mendapat teguran dari seorang ikhwan membuat saya benar-benar bermuhasabah (evaluasi) diri jauh ke dalam pribadi saya. Teguran ini membuat sy smakin menyadari dan ingin mengenal Islam lebih jauh.

Membaca blog dari seorang teman smakin menambah kecintaan saya pada Islam,,
orangnya tampak biasa,,tapi tutur bahasa dan ketakwaan yang terpancar dari tulisan-tulisannya membuat sy kagum kepada beliau. Ingin sekali mencapai tingkat ketakwaan seperti beliau.
Siapa yg tidak ingin menjadi sholeh atau sholehah? tentu semua orang mau,,kecuali orang-orang yang sudah terputus syaraf otaknya dengan kemampuannya mencerna fenomena alam yang merujuk kepada suatu hal, yaitu Allah.

Tentu itu tdak bisa didapat dengan instan. semua butuh proses,,dan proses inilah yang akan membentuk diri qt menjadi seperti apa kelak. Jika saya merenung dan mengingat masa lalu,,rasanya air mata ini tak kuat untuk ditahan. Bermula dari seorang perempuan biasa yang sangat buta tentang Islam,,akhirnya masuk ke daerah ibukota dan mulai menemukan jalan untuk menuju Rabbnya..

Sekian dulu dari saya,,

Wassalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh.

Sabtu, 18 Desember 2010

Atas Nama Cinta

Aku berdoa untuk seseorang yang akan
menjadi pasangan hidupku.
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih
dari segala sesuatu.
Seseorang yang akan meletakkanku pada
posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya
sendiri tetapi untukMu

Wajah rupawan dan daya tarik fisik
tidaklah penting.
Yang terpenting adalah sebuah hati yang
sungguh mencintai dan haus akan Engkau
dan tidak memiliki takut kepada apapun kecuali Engkau…
Dan ia haruslah mengetahui untuk siapa
dan untuk apa ia hidup, sehingga
hidupnya tidaklah sia-sia….

Seseorang yang memiliki hati yang bijak
bukan hanya otak yang cerdas.
Seseorang yang mencintai bukan karena
kecantikan tetapi karena hati
Seseorang yang tidak hanya mencintaiku
tetapi juga menghormati aku.
Seseorang yang tidak hanya memujaku
tetapi dapat juga menasehati ketika aku
berbuat salah…
Seseorang yang dapat menjadi sahabat
terbaikku dalam tiap waktu dan situasi.
Seseorang yang dapat membuatku merasa
sebagai seorang yang berarti ketika berada
disampingnya…
Aku meminta seseorang yang tidak
sempurna sehingga aku dapat membuatnya
sempurna di mataMu…
Seseorang yang membutuhkan dukunganku
sebagai peneguhnya…
Seseorang yang membutuhkan doaku untuk
kehidupannya..
Seseorang yang membutuhkan senyumanku
untuk mengatasi kesedihannya..
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk
membuat hidupnya menjadi sempurna…
Dan aku juga meminta :
Buatlah aku menjadi seseorang yang dapat
membuat ia bangga dan bahagia.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh
mencintaiMu sehingga aku dapat
mencintainya dengan cintaMu, bukan
mencintainya dengan sekedar cintaku.
Berikan RohMu yang lembut sehingga
kecantikanku datang dariMu
bukan dari luar diriku...
Berilah aku tanganMu sehingga aku selalu
mampu berdoa untuknya...
Berikanlah aku mataMu sehingga aku dapat
melihat banyak hal yang baik di dalam
dirinya …
Berikan aku mulutMu yang penuh dengan
kata-kata kebijaksanaanMu dan pemberi
semangat, sehingga aku dapat
mendukungnya setiap hari...
Berikanlah aku bibirMu dan aku akan
tersenyum padanya setiap saat...

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu,
aku berharap kami berdua dapat mengatakan
”Betapa besarnya diriMu karena Engkau
telah memberikan kepadaku seseorang yang
dapat membuat hidupku menjadi sempurna”

Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan
kami bertemu pada waktu yang tepat...
Dan engkau akan membuat segala sesuatu
indah pada waktu yang kau tentukan,
indah saat Engkau mempertemukan,
indah saat Engkau menumbuhkan kasih
dalam Mistaqan Ghaliza
Amin.


Saya menemukan puisi d atas d laptop seorang teman..
sesuai dengan kondisi hati saya saat ini,,mungkin juga anda.

Sosok pendamping yang didambakan setiap orang, betapapun buruknya orang tersebut pasti mendambakan pendamping yang soleh/ah,,yang bisa menjadi penyejuk jiwa, yg bisa membuat hidup lebih sempurna dan membuat cinta kita kepada Allah semakin bertambah.


untuk qt yang belom mendapatkan jodoh,,berikhtiarlah dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah azza wajalla,,karena perempuan yang baik-baik hanya untuk laki-laki yang baik dan sebaliknya.

Minggu, 05 Desember 2010

Masa-masa sulit di Jakarta..

Assalamualaykum wr. wb

Masa-masa ini adalah fase baru dalam hidup saya. Perubahan status yang berimbas pada seluruh aspek kehidupan sy..ya,perubahan dari mahasiswa menjadi pegawai.

Bulan November-Desember 2010 ini bisa dibilang bulan terberat, karena sy dharuskan magang di pusat ibukota (bc: kantor Kemenkeu) dengan income 0.. Otomatis smua pengeluaran masih disubsidi orang tua. Sangat tidak enak sebenarnya,,benar-benar tidak enak.
Masa sudah berumur 21 tahun,tp masih membebani orang tua. Tapi apa hendak dikata. Kehidupan mengharuskan demikian.

Dulu pada jaman kuliah,,sepertinya ongkos makan begitu murah dibanding skarang dan masih bisa menyimpan uang untuk keperluan hiburan. Tapi sekarang,,untk makan saja,,sy harus mengirit sedemikian rupa untuk mengatur keuangan agar mencukupi.

Apalagi honor magang belum keluar hingga detik ini..
duit 300.000 bisa habis dalam sekejap tak terasa. Pdahal makan sudah diirit. Keperluan bersenang-senang tidak ada alokasi biaya lagi untuk itu. bisa bangkrut2 lama2,,

Heran,,dengan kerasnya ibukota, smakin banyak saja orang2 daerah ber-urbanisasi kesini..Apa yg sebenarnya yg mreka cari?
Kalo hanya rejeki,,di daerah pun banyak peluang. Apalagi ketenangan,,sangat direkomendasikan d daerah.
Ibukota hanya menawarkan keruwetsan dan stress bagi orang2 yg tdak memiliki skill,,dan mereka hanya menambah sesak saja.

Sy saja berharap penempatan di daerah,,karena gaji besar di ibukota tidak terasa.
Beda dgn daerah,,gaji gede,,pengeluaran kecil..hhe..

So,,bagi Anda yg mw mncari kerja d Jakarta..pikir2 dulu beribu2 kali..

Jakarta nyaman untuk orang2 berduit saja,, :)